Contoh makalah Manajemen Strategi - DAMPAK PEMBANGUNAN PLTU INDRAMAYU BERKAITAN DENGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH 4



MAKALAH



DAMPAK  PEMBANGUNAN PLTU INDRAMAYU BERKAITAN DENGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH



Disusun Oleh :
Achmad Musaddad
612010108003

Fakultas Ekonomi Manajemen Smester VII a
Universitas Wiralodra Indramayu
2012






 
BAB I
PENDAHULUAN

Sistem kelistrikan Jawa-Bali dipastikan semakin tangguh menyusul beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 Jawa Barat Indramayu dengan kapasitas 3x330 megawatt (MW).
PLTU Indramayu merupakan bagian dari Fast Track Program 10.000 MW tahap pertama (FTP-1) yang menghabiskan investasi sekitar Rp8,4 triliun.
"Pembangkit Indramayu ini penting bagi PLN dan Indonesia," kata Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, dalam peresmian PLTU Indramayu di Indramayu, Jawa Barat, Rabu 12 Oktober 2011.
Dahlan menuturkan, nilai kontrak pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan jenis batu bara low rank coal ini mencapai US$696 juta (Rp6,8 triliun) dan Rp1,49 triliun. "Pendanaannya berasal dari konsorsium China Construction Bank, konsorsium bank lokal Indonesia, dan PLN," ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan batu bara untuk PLTU Indramayu itu diperkirakan mencapai 4,2 juta ton batu bara per tahun. Kebutuhan tersebut dipasok dari Kalimantan dan Sumatera yang disuplai oleh sejumlah perusahaan, di antaranya PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, PT Bukit Asam Tbk, PT PLN Batubara, dan PT Kideco Jaya Agung.
Nantinya, Dahlan menambahkan, listrik yang dihasilkan PLTU Indramayu itu akan disalurkan melalui jaringan 150 kilovolt (kV) ke Gardu Induk Sukamandi dan Kosambi untuk selanjutnya didistribusikan melalui jaringan interkoneksi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV.
Dengan demikian, kata dia, pasokan listrik pada sistem kelistrikan Jawa-Bali akan semakin tangguh, baik dari sisi kecukupan pasokan dayanya maupun kualitas keandalannya.
Saat ini, daya mampu rata-rata pembangkit pada sistem interkoneksi kelistrikan Jawa-Bali mencapai 21.000-an MW, dengan rata-rata beban puncak harian berkisar 19.300 MW. "Proyek PLTU Indramayu relatif cepat dibanding proyek pembangkit lain dalam program percepatan pembangkit listrik 10 ribu MW. PLTU Indramayu salah satu PLTU terbaik," ujar Dahlan.
Sementara itu, PLTU 1 Jawa Barat mulai dikerjakan sejak 2007 dengan kontraktor pelaksana dari konsorsium China National Mechinery Industry Corp (SINOMACH), China National Electric Equipment Corp (CNEEC), dan PT Penta Adi Samudera.

BAB II
PEMBAHASAN

Pemerintah meminta pertumbuhan tenaga listrik harus bisa 1,25 kali lebih besar ketimbang pertumbuhan ekonomi.
Dengan  ditopang sindikasi kredit lima bank nasional, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu dengan kapasitas 3 x 330 megawatt (Mw) akhirnya mulai beroperasi, kemarin. PLTU tersebut merupakan bagian dari program pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara fast track 10 ribu Mw yang dibangun sejak 2007.
PT Bank Negara Indonesia Tbk menjadi pemimpin (lead) sindikasi perbankan nasional yang menyertakan PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Total kredit yang dikucurkan empat bank nasional itu mencapai Rp1,27 triliun.
Perinciannya BNI memberikan fasilitas kredit Rp343,69 miliar, BCA, BRI, dan Mandiri masing-masing Rp309,74 miliar.
"BNI terus mendukung upaya pemerintah dalam menyediakan sumber-sumber energi yang menjadi modal strategis dalam pembangunan ekonomi di Indonesia," ujar Dirut BNI Gatot Suwondo di sela peresmian operasi PLTU di Indramayu, Jawa Barat, kemarin.
Menurutnya, tahun ini BNI telah merealisasikan pembiayaan untuk sektor kelistrikan hingga Rp10,74 triliun dari plafon Rp16,14 triliun.
Bagi BNI, industri kelistrikan atau pembangkit listrik merupakan salah satu dari delapan industri unggulan yang diprioritaskan BNI. Delapan sektor unggulan tersebut ialah pertanian, komunikasi, kelistrikan, perdagangan besar dan eceran, migas dan pertambangan, konstruksi, makanan minuman, serta bahan kimia dan pupuk termasuk barang dari karet.
Di sisi lain, Direktur Perbankan Korporat Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok mengemukakan hingga akhir September 2011, pihaknya telah mengucurkan pembiayaan Rp4 triliun untuk tujuh proyek PLN. "Kami sadar ketersediaan pasokan energi yang memadai menjadi salah satu aspek infrastruktur yang dibutuhkan untuk menarik semakin banyak investasi ke Tanah Air," ungkap Fransisca.
Selain perbankan nasional, pendanaan proyek PLTU itu juga berasal dari konsorsium China Construction Bank dan kas internal PLN.
Peresmian operasi PLTU Indramayu dilakukan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dengan dihadiri Dirut PLN Dahlan Iskan serta Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qiyue
Dahlan mengatakan pengoperasian PLTU Indramayu yang diprediksi memerlukan suplai 4,2 juta ton batu bara per tahun akan mempertangguh sistem kelistrikan Jawa-Bali. Khususnya, pada musim kemarau panjang, saat kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Air Saguling dan Cirata turun karena berkurangnya pasokan air.
"Kalau ini (PLTU Indramayu) tak selesai, kami betul-betul menangis karena listrik dari Saguling dan Cirata turun 800 Mw di kemarau seperti ini, bahkan sempat turun 1.000 Mw," tuturnya.
Menurut Dahlan, permintaan kelistrikan untuk Pulau Jawa menembus rekor baru, yaitu 19.323 Mw. Dalam 1,5 tahun dirinya menjabat Dirut PLN, Dahlan mengatakan permintaan listrik di Jawa sudah naik 3.000 Mw. Daya mampu rata-rata pembangkit pada sistem interkoneksi kelistrikan Jawa-Bali saat ini berkisar 21 ribu Mw. "Itu harus direspons dengan pembangunan pembangkit listrik baru."
Menko Perekonomian pun meminta pertumbuhan tenaga listrik harus bisa 1,25 kali lebih besar ketimbang pertumbuhan ekonomi agar bisa memenuhi kebutuhan listrik. "Kalau kita (mengalami) pertumbuhan 7%, PLN harus sediakan pertumbuhannya sekitar 9% - 11%."
Dengan kapasitas pembangkit listrik PLN se-Indonesia 30 ribu Mw, dibutuhkan tambahan lebih dari 3.000 Mw setiap tahunnya. Untuk itu, ia mengakui perlunya percepatan pembangunan pembangkit listrik tahap I dan II dengan dibarengi diversifikasi energi.

BAB III
KESIMPULAN

Sangat disayangkan, yang datang pada peresmian PLTU Indramayu hanyalah mentri perekobomian, kalau saja ada mertri social ataupun lingkugan yang memangb benar-benar memperhatikan lingkungan dan sumberdaya, maka peristiwa tersebut bias sebagai mentor dfan nasehat bagi direktur PLTU dan jajarannya, bukan masalah sepele, karena kesadaran adalah hal yang sangat mendasat ketika ada peristiwa yang tidak diinginkan terjadi, seperti sekarang inipembangunan PLTU bias dibangun di 3 titik di daerah Indramayu, namun seperttinya hanya Direktu dan pemerintah saja yang tahu pasti kelebihan dan keburukan secara jujur.
Dalam era globalisasi ini dunia perekonomian marak diberitakan sebagai era pemaksaan tenaga kerja, lingkungan menjadi era eksploitasi, pemerintah menjadi sarang korupsi,hanya sebatas rumor atau memang begini anggapannya jika, dari pihak pemerintah dan perusahaan mencoba menutupi maata penduduk dengan kebohongan, hal ini penulis kemukakan karena pada bulan-bulan yang lalu, dengan usia Perusahaan PLTU yang masih Muda, direkturnya sudah dipanggil karena masalah eksploitasi.
disisni penulis juga ingin memberikan strategi yang seharusnya dilakukan penduduk, pemerintah dan direktur setelah menganalisa permasalahan diatas. Bagi pemerintah, harusnya memilah kebijakan yang dikeluarkan pada perusahaan dengan mempertimbangkan akibat yang baik dan buruknya kebijakan tersebut yang mengarah pada kesejahteraan, dengan sedikit jual mahal pada perusahaan namun juga berkerjasama dengannya, memang sulit, tapi pemerintah mempunyai kusa dan bias untuk melakukannya. bagi perusahaan, tidak mencontok kejadian-kejadian buruk perusahaan seperti pada  Lapindo atau perusahaan yang terkenal dengan keburukannya, dengan sesering mungkin mengadakan baktisosial pada penduduk, mengajak bekerja, dan menganggap penduduk sebagai raja karena juga sebagai konsumen, dengan kata lain perusahaan harus mengutamakan kesejahteraan juga dibandingkan keuntungan. bagi penduduk, harusnya berani manyampaikan aspirasi secara jujur dan tidak terkontaminasi ataupun terprofokasi, secara netral dari lubuk hari menegur perusahaan jika ada permasalahan mengenai kesejahteraan.

DAFTAR PUSTAKA

1.       http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/11/10/12/lsy745-untuk-menjaga-kuota-bbm-hatta-bilang-perlu-kerja-keras
2.       wawancara

0 komentar:

Poskan Komentar

ssstttttttt.....


jika agan-agan sekalian ingin soft file yang berkaitan dengan blog ane, agan bisa hubungi ane lewat email, FansPage Facebook atau twitter.. karena ane tidak selalu memantau Blog ini setiap hari..
mohon maklum ya gan.. :)

Facebook : Adad Danuarta

Twitter : Adad5Gibranz

Nama asli Achmad Musaddad, biasa di panggil ADAD,, tanggal lahir 6 maret 1990 di indramayu, cucu dari Kyai Irsyad bin IKROM BIN MUNJIYAT BIN WADINGAH BIN MISKIYAH BIN PENGHULU BEO BIN KYAI MUHAMMAD CANGKRING BIN TOLABUDDIN BIN PANGERAN CILIK (ASAL DARI PALEMBANG – SUMATRA SELATAN)yang keturunan dari Sultan MALIKUS SALEH (W. 1297 M/676 H) yang dikenal dengan Nama "ARYA DAMAR".
SDN tinumpuk 2 SMPN 2 Juntinyuat SMK PGRI Indramayu Universitas Wiralodra Indramayu

SMS GRATISS !!

Copyright © 2012 Adad DanuartaTemplate by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.